Pemukiman Kuno Di Daerah Tepi Sungai Batanghari Pada Masa Melayu

Authors

  • Bambang Budi Utomo
DOI     10.30883/jba.v11i1.548

Keywords:

settlement, river banks, kingdoms of sumatra, history, hinduism, buddhism

Abstract

Daerah belahan timur pulau Sumatera merupakan tanah aluvial muda yang sebagian besar masih berupa rawa-rawa. Di daerah ini banyak terdapat sungai besar yang mengalir menuju selat Malaka dan selat Karimata, Di antara sungai-sungai besar yang mengalir di daerah tersebut adalah sungai Batanghari dan sungai Musi dengan anak sungainya. Di tepi sungai-sungai ini banyak ditemukan situs arkeologi yang menunjukkan bahwa di daerah ini telah dimukimi sejak lama. Manusia di daerah tepian sungai bermukim di tanggul-tanggul alam yang daerahnya cukup tinggi dan · tidak terkena banjir. Pada saat ini yang kita temukan adalah banyaknya perkampungan di tepian sungai. Perkampungan ini berpola memanjang rnengikuti alur sungai. Di- bagian betakang dari perkampungan ini masih terdapat rawa yang disebut "rawa belakang" ( back swamp).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anderson, J. 1971. Mission to the East Coast of Sumatra in 1823. Kuala Lumpur : Oxford in Asia Historical Reprint.

Boechari. 1977. Candi dan Lingkungannya, MISI, VII [2]. Jakarta : Bhratara. Hlm. 89 - 114.

Drennan, R.D. 1984. Long distance Transport Costs in Pre-Hispanic America. American Anthropologist, 86 [1]. Hlm. 105 - 12.

Fox. 1971. History in Geographic Perspective. New York: Norton.

Hadiwisastra, Sapri. 1983. Laporan Penelitian Geologi di Daerah Muara Jambi. Tidak diterbitkan.

Heine-Geldern, Robert von. 1980. Konsepsi Kerajaan di Asia Tenggara. Jakarta : Bhratara.

Hirth, F. dan W.W. Rockhill. 1911. Chu-Ju-Kua, His Work on Chinese and Arab Trade in Twelfth and Thirteenth Century, Entitled Chufan-Chi. St. Pietersburg. [Reprint, New York : Paragon, 1966; Taipei : 1967].

Kartodirdjo, Sartono. 1977. Masyarakat Kota dan Kelompok-kelompok Sosial. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Liebert, Gosta. 1976. Iconographic Dictionary of the Indian Religions. Hinduism-Buddhism-Jainism. Leiden : E.J. Brill.

Lith, P.A. van der (peny.]. 1976. Encyclopeadie van Nerderlandsch-Indie, Vol. II. Leiden: E.J. Brill.

McKinnon, E. Edwards. 1982. New Data for Studying the Early Coastal Line in the Jambi Area, JMBRAS, LVII [1]. Hlm. 56-66.

Mundardjito. 1985. Pola Pusat Upacara di Situs Muara Jambi, Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi II. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Hlm. 241 - 52.

Obdeyn, V. De. 1942. Oudezeehandelsweg door de Straat van Malaka in verband met de geomorfologie der Selat-Eilanden, T.A.G., LIX. Hlm. 742-78.

Sartono, S. 1919. Pusat-pusat Kerajaan Sriwijaya Berdasarkan Interpretasi Paleogeografi, Pra Seminar Penelitian Sriwijaya. Jakarta : Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional. Hlm. 43- 73.

Soekmono, R. Garis Pantai Sriwijaya. Amerta, 3. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Hlm. 30 - 33.

Sumadio, Bambang [peny.]. 1974. Jaman Kuna. Sejarah Nasional Indonesia, II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tjandrasasmita, Uka [peny.]. 1974. Jaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di

Indonesia, Sejarah Nasional Indonesia, III. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Wolters, O. W. 1974. Early Indonesia Commerce: A Study of the Origins of Sriwijaya. Ithaca : Cornell University Press.

Published

1990-03-28

How to Cite

Utomo, B. B. (1990). Pemukiman Kuno Di Daerah Tepi Sungai Batanghari Pada Masa Melayu. Berkala Arkeologi, 11(1), 13-26. https://doi.org/10.30883/jba.v11i1.548

Issue

Section

Articles