PERKEMBANGAN PENGGUNAAN BETON BERTULANG DI INDONESIA PADA MASA KOLONIAL (1901-1942)

  • Martha Setyowati Alumnus Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada
Keywords: Beton; Beton Bertulang; Teknologi; Kolonial; Bangunan

Abstract

The discovery of reinforced concrete became a major breakthrough in modern construction technology in the early 20th century. In five decades reinforced concrete has developed rapidly and was used in almost all parts of the world. Reinforced concrete was first introduced in Indonesia during the colonial period. The used of reinforced concrete increased along with the construction growth in the Dutch East Indies. The used of reinforced concrete between 1901 and 1942 can be seen from the buildings and infrastructure that still exist today. However the development of reinforced concrete in Indonesia during colonial period not widely explored yet. Because of that this study aims to provide an overview of the development of reinforced concrete used during the colonial period using archaeological data and supported by historical data. This research uses secondary data sources obtained through literature study. Based on this research it can be concluded that the development of the reinforced concrete used in the colonial period showed the progress of construction technology as well as economic and social conditions at that time.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, Tantra. (2018). Kantor Pos Besar Bandung, Sejarah yang Tidak Bisa Dihancurkan. Diunduh dari http://www.infobdg.com/v2/kantor-pos-besar-bandung-sejarah-yang-tidak-bisa-dihancurkan/

Akihary, H. (1990). Architectuur & Stedebouw in Indonesië 1870/1970. Revised ed. Zutphen: De Walburg Pers.

Artanegara. (2017). Jembatan Kampung Tingkgi Dibangun Sekitar Abad 18 Masehi. Diunduh dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/jembatan-kampung-tinggi-dibangun-sekitar-abad-18-masehi/

Association, B. C. (1999). Concrete Through the Age: From 7000 BC to AD 2000. First ed. Berkshire: British Cement Association.

Bataviaasch nieuwsblad, “De Krojalijn”, 6 Maret 1915.

Bataviaasch nieuwsblad, “Invoer van 60.000 Ton Ijzer en Staal verzekerd”, 1 Februari 1918.

Bataviaasch nieuwsblaad, “Station Batavia”, 30 Januari 1928.

Bataviaasch nieuwsblaad, “Het New Station Batavia”, 4 Oktober 1929.

De Indische Courant, “Nieuw zwembak te Poenten”, 25 Oktober 1933

De Locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad, “Nieuw Metsel-Materiaal”, 24 Desember 1869.

De Preanger Bode, “De Opening van Pasar Baroe”, 7 September 1915.

De Preanger Bode, “Gemeentewerken”, 21 Oktober 1915.

Eryudhawan, B. (2012). Sukarno Bapak Arsitek Indonesia. Dalam: Pusat Dokumentasi Arsitektur (Ed.), Tegang Bentang: Seratus Tahun Perspektif Arsitektural di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Frick, H. (1996). Arsitektur dan Lingkungan. Yogyakarta: Kanisius.

Frick, H. (1997). Pola Struktural dan Teknik Bangunan di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Frick, H. & Moediartianto. (2004). Ilmu Konstruksi Bangunan Kayu: Pengantar Konstruksi Kayu. Yogyakarta: Kanisius.

Frick, H. & Setiawan, P. L. (2007). Ilmu Konstruksi Struktur Bangunan: Cara Membangun Kerangka Gedung. Yogyakarta: Kanisius.

Gunawan, R. (1994). Pengantar Ilmu Bangunan. Yogyakarta: Kanisius.

Harrer, A. & Gaudette, P. (2017). Assesment of Historic Structures. APT Bulletin: The Journal of Preservation Technology, 48(4), 29-36.

Heinemann, H. A. (2013). Historic Concrete: From Concrete Repair to Concrete Conservation. Delftdigitalpress.

Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, “De eerste brug van gewapend beton”, 14 Mei 1906.

Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, “Gewapend Beton Spoorbruggen in de S.S. Lijnen”, 24 November 1916.

Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, “De irrigatie-werken bij Krawang”, 2 April 1924.

Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, “De irrigatie-werken bij Krawang”, 28 April 1925.

Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, “Het ernstig defect in da Tjitaroemirrigatiewerken”, 24 April 1929.

Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, “Beton”, 2 Juni 1870.

Kartiwan, I., Soenardji, H. & Katuuk, K. A. (2010). Wajah Jasa Konstruksi Indonesia: Tinjauan Keberpihakan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Koesno, A. (2009). Gaya Imperium yang Hidup Kembali Setelah Mati: Arsitektur Indis dan Art Deco. Dalam: P. J. Nas & M. de Vletter (Ed.). Masa Lalu dalam Masa Kini: Arsitektur di Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Koesno, A. (2012). Zaman Baru Generasi Modernis: Sebuah Catatan Arsitektur. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Lemei, W. (1934). Moderne Woning-Architectuur in Ned. Indie. Bandoeng: G. Kolff & Co.

McCormac, J. C. (2004). Desain Beton Bertulang Jilid I (Edisi Kelima, Bahasa Indonesia). Jakarta: Erlangga.

Mrázek, R. (2006). Engineers od Happy Land: Perkembangan Teknologi dan Nasionalisme di sebuah Koloni. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Mishra, Gopal. (Tanpa tahun). 23 Types of Concrete and Their Applications. Diunduh dari https://theconstructor.org/concrete/types-concrete-applications/19779/

Ommen, v. (1938). Verbreeding van de Petissahbrug te Medan. Locale Techniek, 7(5), 119-120.

Passchier, C. (2009). Arsitektur Kolonial di Indonesia. Dalam: P. J. Nas & M. de Vletter (Ed.). Masa Lalu dalam Masa Kini Arsitektur di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Passchier, C. (2012). Mencari Arsitektur Indonesia yang Utama pada Masa Akhir Kolonial. Dalam: Pusat Dokumentasi Arsitektur (Ed.). Tegang Bentang: Seratus Tahun Perspektif Arsitektural di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1960 Tentang Penentuan Pemborongan Milik Belanda Yang Dikenakan Nasionalisasi.

Roberts, A. (Tanpa tahun). Where the Système Hennebique Lives On. Diunduh dari http://parisisinvisible.blogspot.com/2011/10/where-systeme-hennebique-lives-on.html

Robledo, R. (2012). The History of Concrete Pools: The People’s Pool. Diunduh dari https://www.poolspanews.com/business/the-history-of-concrete-pools-the-peoples-pool_o

Semarang, Gemeente. (1931). Gedenkboek der gemeente Semarang 1906-1931. Semarang: N. V. Dagblad de Locomotief.

Setijono, A. (2015). Hentikan Perusakan Bangunan Cagar Budaya Pasar Peterongan Semarang. Diunduh dari https://www.change.org/p/hentikan-perusakan-bangunan-cagar-budaya-pasar-peterongan-semarang

Sukendar, H., Simanjuntak, T. & Eriawati, Y. (1999). Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Soerabaijasch Handelsblad, “Selecta’s Openingfeest”, 6 November 1933.

Soerabaijasch Handelsblaad, “Bestaande Irrigatiewerken”, 23 Oktober 1937.

Tanpa nama. (2016). Moojen Mengubah Dunia. Diunduh dari http://tarulh.com/2016/04/04/moojen-mengubah-batavia/

van Romondt, V. R. (2009). Pemugaran Candi Siva di Prambanan. Dalam: R. Jordaan (Ed.). Memuju Prambanan: Bunga Rampai Para Cendekiawan Belanda Tentang Kompleks Percandian Loro Jonggrang. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia - KITLV Jakarta.

Wibowo, A. (2017). Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Watertoren di Kota Magelang Tahun 1916-1926. Jurnal Ilmu Sejarah, 2(2), 164-178. Diunduh dari http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/ilmu-sejarah/article/view/8790

Published
2019-11-05
How to Cite
Setyowati, M. (2019). PERKEMBANGAN PENGGUNAAN BETON BERTULANG DI INDONESIA PADA MASA KOLONIAL (1901-1942). Berkala Arkeologi, 39(2), 201-220. https://doi.org/10.30883/jba.v39i2.468
Section
Articles