POSISI STRATIGRAFI DAN TEKNOLOGI ALAT SERPIH SANGIRAN

Authors

  • Harry Widianto
DOI     10.30883/jba.v7i1.447

Keywords:

lithics, flakes, Homo erectus, pleistocene, geology, sangiran

Abstract

Persoalan alat paleolitik dan manusia purba, masih merupakan persoalan menarik dalam hakekat sejarah perkembangan manusia. Keduanya tidak dapat dipisahkan kaitannya selama Kala Plestosen, yaitu suatu periode kehidupan antara dua juta hingga 10.000 tahun silam. Oleh sifatnya yang tahan terhadap kekuatan destruktif alam, alat-alat batu yang sederhana tersebut telah dianggap bukti tentang eksistensi manusia saat itu. Bukti-bukti kehidupan tersebut ditemukan kembali dalam endapan Plestosen yang terbentuk, antara lain endapan-endapan teras sungai purba. Asal-usul manusia menjadi begitu kontroversiil selama berabad-abad, dan meliputi masa yang sangat gelap. Penemuan sisa-sisa Pithecanthropus erectus oleh Eugene Dubois di Desa Trinil pada tahun 1890 dan 1891, merupakan penemuan yang sempat menggemparkan dunia pengetahuan, dan hingga pertengahan abad 20 telah menjadi suatu legenda.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bartstra, Gert Jan. 1978. "Recent Palaeolithic Research in Java (Kali Glagah, Pacitan, Gombong, Sangiran): The First Six Months of a New Project", Modern Quaternary Research in Southeast, Vol. 4. Rotterdam : A.A Balkema. Halaman 63 - 70.

Bartstra, Gert Jan. 1982a. "Op Zoek naar de Werktuigen van de Javamens", Spiegel Historiael: Manblaad voor Geschiedenis en Archeologie. Haarlem: tanpa penerbit, Halaman 242 - 249.

Bartstra, Gert Jan. 1982b. "Homo erectus erectus: The Search for His Artifacts", Current Anthropology, Vo. 23, No. 3. Tanpa kota penerbit: Halaman 318 - 320.

Bemmelen, R.W van. 1949. "General Geology of Indonesia and Adjacent Archipelagoes", the Geology of Indonesia, Vol. IA. The Hague: Martinus Nijhoff.

Clark, W.E Le Gros. 1972. The Fossils Evidence for Human Evolution. Chicago: University of Chicago Press.

de Terra, Hellmut and Hallam L. Movius Jr. 1943. "Research on Early Man in Burma", Transaction of American Philosophical Society. Vol. XXXII. Part Ill. Philadelphia: The American Philosophical Society, Halaman 26 7 - 463.

Widianto, H. (1981). TEKNOLOGI PLESTOSEN SUATU HASIL ADAPTASI BIO-KULTURAL. Berkala Arkeologi, 2(1), 32-35. https://doi.org/10.30883/jba.v2i1.288

Hoop. AN.J Th. a Th. van der. 1938. "De Praehistorie", Geschiedenis van Nederlandsch Indie I. Amsterdam: N.V Uitgeversmaatchappij. Halaman: 7 - 111.

Hutterer, Karl L. 1984. "Reinterpreting the Southeast Asian Palaeolithic" dalam Prehistoric Indonesia. A Reader. Leiden : Foris Publications Holland. Halaman: 121 - 162.

Koenigswald, G.H.R von and Asok K. Ghosh. 1973. "Stone Implements from The Trinil Beds of Sangiran, Central Java", Proc. Koninlijk van Wetenschappen, Series B. No. 1. Amsterdam: penerbit tidak diketahui. Halaman: 1 - 34.

Movius, Hallam L. Jr. et. al. 1968. "The Analysis of Certain Major Classes of Upper Palaeolithic Tools", American School of Prehistoric Research Peabody Museum, Bull. No. 26. Cambridge: Harvard University.

Sudarmadji, Otto. 1976. Tinjauan Mengenai Pithecanthropus sp. dan Posisi Stratigrafi lapisan-lapisan Pengandungnya di Sangiran, Jawa Tengah. Yogyakarta : Fakultas Teknik (Bagian Teknik Geologi) UGM. Tidak diterbitkan.

Sartono, S. 1978. "The Site of Homo erectus Mandible F". Modern Quaternary Research in Southeast Asia Vol. 4. Rotterdam : A.A Balkema. Halaman 19 - 24.

Soejono, R.P (editor). 1984. Sejarah Nasional Indonesia I. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Formasi Batuan di Sangiran

Published

1986-03-28

How to Cite

Widianto, H. (1986). POSISI STRATIGRAFI DAN TEKNOLOGI ALAT SERPIH SANGIRAN. Berkala Arkeologi, 7(1), 1-14. https://doi.org/10.30883/jba.v7i1.447

Issue

Section

Articles