PRASASTI PENDEK DARI CANDI SANGGAR DAN KEMUNGKINAN PENGHORMATAN TERHADAP DEWA BRAHMA

Dra T.M. Rita Istari(1*)

(1) Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract

Sanggar temple is located on Penanjakan slope.. The hill is part of Wonogriyo of Pusungmalang village, Puspo regency, Pasuruan district. Sanggar temple suspected as place of worship to the God Brahma who dwells in Mount Bromo. On a series of research carried out in 2005-2008 by Yogyakarta Centre of Archaeology were found several short inscriptions around the temple to be praises used in religious rituals it is allegedly the people in the region. The tradition to sing praises by  until the spread of Islam in Java. The adoption of Islam influence changes lasted praises. The contents of such literatur review espeally ancient writings are used to prove the assumptin.

Keywords

Brahma; Bromo’s Mountain; Short inscription; Praises; Java’s song; Archaeology

References

Atmodjo, Junus Satrio. 1986. Arsitektur Punden Berundak di Gunung Penanggungan. Pertemuan Ilmiah Arkeologi IV. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Jakarta. Halaman 291-304.

Brandes, J.L.A. 1913. Oud Jayaansche Oorkunden. Disunting oleh N.J. Krom, VBG 60. Batavia: Albercht & Co s-Hage: M. Nijhoff. Halaman 216-226.

Cahyono, Dwi. 2010. Prasasti Muncang. Kompas Jawa Timur, 23 Juli 2010, halaman 7.

Djafar, Hasan. 1978. Girindrawarddhana. Beberapa Masalah Majapahit Akhir. Jakarta: Yayasan Dana Pendidikan Buddhist Nalanda.

Istari, Rita, T,M. 2006 Arsitektur Candi Sanggar di Lereng Gunung Bromo Kabupaten Pasuruan (Tahap II). Laporan Penelitian Arkeologi. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta (Tidak terbit).

Istari. Rita T.M. 2008. Tradisi Bersih Desa di Lereng Gunung Bromo. Berkala Arkeologi Tahun XXIX November 2009. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta. Halaman 89-99

Istari, Rita, T.M. 2014. Candi di Lereng Bromo. Majapahit. Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota. Yogyakarta: Penerbit: Kepel Press. Halaman 127-144.

Kartoatmodjo. Sukarto M.M. 1979. Struktur Masyarakat Jawa Kuna pada Jaman Mataram Hindu dan Majapahit. Yogyakarta: Pusat Penelitian Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada

Lelono. Hari T.M. 2003. Unsur-unsur Kepercayaan pada Bentuk Permukiman dan Rumah Tengger, Jawa Timur. Berita Penelitian Arkeologi No. 18. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta

Maulana, Ratnaesih. 1997. Ikonografi Hindu. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Nastiti, Titi Surti. 2003. Pasar di Jawa. Masa Mataram Kuna. Abad VIII – XI Masehi. Jakarta: Pustaka Jaya

Pigeaud, Th.G.Th. Java in the Forteenth Century Vol I. A Study in Cultural History. Leyden: The Hague-Martinus Nijhoff.

Poesponegoro. Marwati Djoened. (ed). 2011. Sejarah Nasional Indonesia II. Zaman Kuno. Edisi Pemutakhiran. Cetakan ke 5. Jakarta: Balai Pustaka

Pramudito, Bambang. 2006. Kitab Nagara Kertagama. Sejarah Tata Pemerintahan dan Peradilan Kraton Majapahit.Yogyakarta: Geombang Pasang.

Robson, Stuart. 1995. Dėsawarnana (Nagaraķŗtagama) by Mpu Ptapanca. Leiden: KTTLV Press.

Romondt. V.E. van. 1951. Peninggalan-Peninggalan Purbakala di Gunung Penanggungan. Jakarta: Dinas Purbakala Jakarta

Sulistyanto, Bambang. 1997. Pemukiman di Lingkungan Candi, Sebuah Model Kajian. Jurnal Penelitian Arkeologi Nomor: 04. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta. Halaman 35-40.

Soekmono, R. 1986. Local Genius dan Perkembangan Bangunan Sakral di Indonesia, dalam Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.

http:/Kekunaan. Blogspot. Com/2012/05/prasasti_munca.html/ browsing tanggal 26 Maret 2015, pukul 10.15.

DOI: https://doi.org/10.30883/jba.v35i1.38
Abstract viewed = | 318 | times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = | 276 | times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.