IMPLIKASI KULINER SESAJI DAN DHANYANG DALAM UPACARA TRADISI DI JEPARA

  • Sri Indrahti Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
  • Siti Maziyah Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
  • Alamsyah Alamsyah Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
  • Yanuar Yoga Prasetyawan Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Keywords: dhanyang, Jepara, Culinary offerings, traditional ceremony, symbolic

Abstract

The article describes the culinary imp lic ation of offerings and d hanyang in 5 (five) villages in Jepara in the form of traditional ceremonies of Jembul Tulakan, Hari Jadi Kota Jepara, Sedekah Laut, Perang Obor, and Pesta Baratan. Only three out of five ceremonies were present ing culinary offerings as a representation of the dhanyang presence. The objective of this study is to reveal the existence of culinary offerings and d hanyang both by their food types and the intended dh anyang. This study was using a qualitative method which includes the collection of primary and secondary sources through literature study, observation, participants, structured interviews, indepth interviews, and Focus Group Discussion. The approaches which were used are anthropological and hermeneutical approaches. The study reveals a symbolic meaning from the presence of various culinaries presented to dhanyang and wishes expressed implicitly or explicitly in the ceremony. The wishes include the requests of safety, kindness, protection, etc. Recently, these wishes have shifted which caused by better knowledge, belief, and social experience of the performers towards their religion. Public belief in the power of d hanyang still exists even though it is not dominant.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Konvensi 2003 UNESCO, Pasal 2 Ayat 1 Warisan Budaya Tak Benda.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2007 Tanggal 5 Juli 2007 tentang Pengesahan Konvensi UNESCO tahun 2003.

Alamsyah, dan Siti Maziyah. 2014. “Model Wisata Industri Tenun Troso Melalui Penataan Display Proses dan Hasil Produksi“. Laporan Penelitian Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negri Tahun I,. Semarang : LPPM UNDIP.

Alamsyah, dan Siti Maziyah. 2014. “Model Wisata Industri Tenun Troso Melalui Penataan Display Proses dan Hasil Produksi“. Laporan Penelitian Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negri Tahun II. Semarang : LPPM UNDIP.

Alamsyah, Sri Indrahti, dan Siti Maziyah. 2017. “Tracing the Existence of Troso Jepara Weaving from a New Order to Early Reformation Era through Audio Archives,” Presented on International Conference of Vocational Studies on Applied Research (ICoVAR) 2017. in Semarang-Indonesia.13th-15th of September.

Atmosudiro, Sumijati. 2004. ”Khasanah Sumberdaya Arkeologi Indonesia: Peluang dan Kendala Pemanfaatan-nya”. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Chavannes, E.. 1894. “Voyages des pélerins bouddhistes: Let reliqieux éminents qui allerent chercher la loi dans le paya d’Occident, memoir compose a l’epoque de la grande dynastie T’ang. Par I-tsing”. Paris: E. Leroux.

Cortesao, Armando. 2015. Suma Oriental Karya Tome Pires: Perjalanan dari laut Merah ke Cina dan Buku Francisco Rodrigues, Edisi Revisi, Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Endraswara, Suwardi. 2003. Mistik Kejawen Sinkretisme, Simbolisme dan Sufisme dalam Budaya Spiritual Jawa, Yogyakarta: Narasi.

Garraghan, S.J. Gilbert, 1957, A Guide to Historical Method, New York University Press.

Graaf, H.J. de, 1974, De Eerste Moslimse Vorstendommen Op Java, ‘s Gravenhage: Martinus Nijhoff.

------,1990, Puncak Kekuasaan Mataram. Politik Ekspansi Sultan Agung, seri terjemahan Javanologi, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Indrahti, Sri. 2005. Industri Ukir di Jepara dan Daya Saing di Kancah Nasional, Regional, maupun Global. Jepara.

Indrahti, Sri. Siti Maziyah, dan Alamsyah. 2012. “Pengemasan Nilai-Nilai Budaya Lokal Secara Terpadu Sebagai Model Pengembangan Industri Wisata Ziarah Di Kota Kudus.” Laporan Penelitian Tahun I, Semarang : LPPM UNDIP.

-------, 2013, “Pengemasan Nilai-Nilai Budaya Lokal Secara Terpadu Sebagai Model Pengembangan Industri Wisata Ziarah Di Kota Kudus.” Laporan Penelitian Tahun II, Semarang : LPPM UNDIP.

-------, 2014, “Pemetaan Klaster Kerajinan Sebagai Model Pengembangan Wisata Kerajinan Di Kabupaten Jepara,” Laporan Penelitian Tahun I, Semarang : LPPM UNDIP.

-------, 2015, “Pemetaan Klaster Kerajinan Sebagai Model Pengembangan Wisata Kerajinan Di Kabupaten Jepara,” Laporan Penelitian Tahun II, Semarang : LPPM UNDIP.

Indrahti, Sri dan Siti Maziyah. 2016, “Pemberdayaan Kuliner Berbasis Budaya Pada

Masyarakat Kabupaten Jepara untuk Pengembangan Produktivitas dalam Sektor Makanan Tradisional,” Disampaikan dalam Seminar Antarbangsa dengan tema “Membangun Kapasitas Kreatif dan Kesadaran Budaya Menuju Keunggulan Peradaban Bangsa,” di Gedung Auditorium Universitas Negeri Semarang, tanggal 11 Mei 2016.

Lekkerkerker, C., 1932, “Javaansche geographies namen als Spiegel van de omgeving en de denkwijze van het volk”, I, de Indische Gids.

Mardiwarsito, L., 1986, Kamus Jawa Kuna Indonesia, Cetakan ke-3, Ende: Nusa Indah.

Nur Syam, 2005, Islam Pesisir, Cetakan ke-1, Yogyakarta: LkiS.

Panitia Penyusunan Hari Jadi Jepara, 1988, Sejarah dan Hari Jadi Jepara, Jepara: Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Jepara.

Poesponegoro, Marwati Joened dan Nugroho Notosusanto, 1993, Sejarah Nasional Indonesia, Jilid III, edisi ke-4, cet. 8, Jakarta: BalaiPustaka.

Qingxin, Li, 2006, Maritime Silk Road, Penterjemah kedalam bahasa Inggris: William W. Wang, China Intercontinental Press.

Sholikhin, Muhammad, 2010, Ritual dan Tradisi Islam Jawa, Penyunting: Lilih Prilian Ari Pranowo, Cet. 1, Yogyakarta: Narasi.

Soekmono, 1993, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2, Cet. 9, Yogyakarta: PenerbitKanisius.

Sulistyono, Singgih Tri, dkk., 2005, Penulisan Dan Pengkajian Upacara Tradisional Di Kabupaten Jepara. Depdikbud Propinsi Jateng.

Syam, Nur, 2005, Islam Pesisir, Cet.1, Yogyakarta: Penerbit LkiS.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1996, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi, kedua, Jakarta: Balai Pustaka.

Veth, P.J., 1974, Java, Geographisch, Etnologisch, Historisch, Jilid II, Haarlem: De Erven F. Bohn.

Wales, Van, 1874, “Jepara,” TVNI, II.

https://ticjepara.com/index.php/kum-pulan-berita/item/191-hari-jadi-jepara diakses tanggal 10 Oktober 2017

https://www.southeastasianarchaeology.com/tag/maritime-silk-route/ diakses tanggal 12-10-2017 pukul 10.59

https://jeparakab.bps.go.id/ diakses tanggal 14 Oktober 2017

https://jeparakab.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/433 diakses tanggal 14 Oktober 2017

Published
2019-06-21
How to Cite
Indrahti, S., Maziyah, S., Alamsyah, A., & Prasetyawan, Y. Y. (2019). IMPLIKASI KULINER SESAJI DAN DHANYANG DALAM UPACARA TRADISI DI JEPARA. Berkala Arkeologi, 39(1), 73-91. https://doi.org/10.30883/jba.v39i1.327
Section
Articles