MENGAPA PHALLUS ARCA SIWA-BHAIRAWA DI PURA KEBO EDAN MENGHADAP KE ARAH KIRI?

  • Sukarto K. Atmodjo
Keywords: statue, iconography, hindu, archaeology, deity

Abstract

Di dalam makalah saya berjudul "Betulkah Astasura-ratna-bumi-banten seorang raja Bali yang murka dan hina (?)" pada Seminar Sejarah Nasional ke III di Jakarta tahun 1981, saya juga menguraikan secara singkat sebuah arca Siwa-Bhairawa yang tersimpan di Pura Kebo Edan di Bali. Makalah itu pada pokoknya membahas seorang tokoh raja Bali yang disebut Paduka Bhatara Sri Astasura-ratna-bumi-banten di dalam prasasti tembaga Patapan Langgaran yang bertarikh 1259 Saka. Tetapi di dalam kitab Nagarakertagama yang digubah oleh pujangga Prapanca, yaitu Nyanyian 49, bait 4, disebut seorang raja Bali yang murka dan hina dan yang kemudian dikalahkan oleh bala-tentara Majapahit.

References

Bernet Kempers, A.J.: 1956. Bali Purbakala, Seri Tjandi 2, Penerbitan dan Balai Buku Indonesia, Djakarta, 1956. (disalin oleh Drs. R. Soekmono).

Ginarsa, Ktut: 1956. Radja siapakah yang dimaksud Prapanca "ikang Bali nathanya duccila nica"?, di dalam majalah Bahasa dan Budaja, Th. IV, No. 5, Djakarta, him. 26 - 28. ยท

Pigeaud, Th.: 1960. Java in the 14th Century, Translation Series 4, 1, The Hague, Martinus Nijhoff.

Pott P.H.: 1966. Yoga and Yantra, Translation Series 8, The Hague, Martinus Nijhoff.

Stutterheim, W.F.: 1929 Oudheden van Bali, Publlcaties der Kirtya Liefrinck-Van der Tuuk, Bali.

Sukarto K. Atmodjo, M.M: 1974. Ki Kebo Iwo, Brosur No. S (1974), Kantor Cabang II, Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional, Gianyar, Bali (stensilan).

Sukarto K. Atmodjo, M.M: 1974. La representation phallique de la Pura Pusering Jagat a Pejeng, Archipel 7, Paris, hlm. 127 - 132.

Sukarto K. Atmodjo, M.M: 1977. The Charter of Kapal Aspek-Aspek Arkeologi Indonesia No.

, Jakarta.

Sukarto K. Atmodjo, M.M: 1981. Betulkah Astasura-ratna-bumi-banten seorang raja Bali yang murka dan hina (?), Seminar Sejarah Nasional Ill, Jakarta (stensilan).

Published
1983-03-01
Section
Articles