Bangunan Megalitik Salah Satu Cerminan Solidaritas Masa Perundagian

  • Sumijati Atmosudiro Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada
Keywords: megalithic, archaeology, solidarity, artifacts, society

Abstract

Masyarakat perundagian telah mencapai tata kehidupan yang teratur.Kemajuan-kemajuan muncul di segala bidang, baik yang berkaitan dengan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, kesenian maupun kepercayaan. Masyarakat masa ini telah membentuk desa-desa yang luas. Salah satu contoh desa masa tersebut telah ditemukan dalam ekskavasi di pantai Gilimanuk, Bali (R.P. Soejono, 1977a: 260). Dari jenis-jenis temuan yang berasal dari situs tersebut di atas, di~roleh gambaran tentang salah satu tata kehidupan masyarakat perundagian, khususnya yang bertempat tinggal di tepi pantai. Dari temuan yang berupa sisa-sisa makanan serta bekas-bekas benda keperluan sehari-hari, dapat diperoleh petunjuk bahwa kehidupan masyarakat di daerah itu, adalah sebagai nelayan (R.P. Soejono, 1977b: 271).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Heekeren, H.R. Van, 1958. "The Bronze Iron Age of. Indonesia" VKI XXIII, s'Gravenhage, Martinus Nijhoff.

Hoop, A.N.J. Th. a Th. van der, 1932. Megalithic Remains in South Sumatra. Translated by W. Shirlan. Inthpen. W.J. Thieme & Cie.

Soejono, R.P., 1972. "The Distribution of Types of Bronze Age In Indonesia' ' Bulletin of the Archaeological Institute of the Republic of Indonesia, no. 9, Jakarta.

Soejono, R.P., 1977a. Sejarah Nasional Indonesia, Jilid I, Jakarta: Balai Pustaka.

Soejono, R.P., 1977b. Sistim-sistim Penguburan Pada Akhir Masa Perundagian Di Bali,(Desertasi), Jakarta.

Wales, H.G. Quaritch, 1953. The Mountain of God A Study in Early Religion and Kingship, Bernard Quaritch Ltd.

Published
1981-03-31
How to Cite
Atmosudiro, S. (1981). Bangunan Megalitik Salah Satu Cerminan Solidaritas Masa Perundagian. Berkala Arkeologi, 2(1), 36-41. https://doi.org/10.30883/jba.v2i1.290
Section
Articles