HIASAN KEMUNCAK BANGUNAN

Djoko Soekiman(1*)

(1) Departemen Arkeologi FIB UGM
(*) Corresponding Author

Abstract

Apabila kita berkunjung ke kota-kota di Indonesia pertama-tama yang menarik perhatian kita adalah bentuk-bentuk bangunan rumah penduduk.
Berdasarkan macam-macam bentuk atap rumah, masing-masing diberi
nama menurut gayanya sendiri, di Jawa misalnya ada yang dinamakan
atap joglo, atap limasan, tajug, kampung dan sebagainya. Di Minangkabau rumah gadang mempunyai bentuk atap khusus yang berbeda dengan bangunan meunasah dari Aceh. Tegasnya nenek moyang Indonesia telah mewariskan kepada kita beraneka macam bentuk atap rumah, masing-masing dengan ciri khusus, dan kesemuanya memiliki keindahan tersendiri. Bentuk atap bangunan rumah kampung yang di Jawa merupakan bangunan rumah yang paling sederhana misalnya, mempunyai keindahan tersendiri di tengah-tengah alam Indonesia yang indah permai. Cobalah pembaca sekali-sekali mengamati pondok rakyat di kaki Gunung Merapi, Semeru atau Tangkubanperahu di pagi hari, sungguh menakjubkan! Rumah beratap kampung di selasela rindangnya rumpurl bambu atau pepohonan di lereng bukit yang hijau dengan tiang-tiang gantungan sangkar burung membeii kesan kedamaian dan kebahagiaan penghuninya lebih-lebih ditingkah suara, kokok ayam atau kambing yang mengembik, sungguh mempesona!

Keywords

architecture; archaeology; traditional; buliding

Full Text:

PDF

References

Eerde J.C . Van. 1920. DeVolken van Nederlandsche Indie Uitg. Maatschappij "Elsevier" Amsterdam.

Hoop, A.N. J. Th.a Th. van der. 1949. Indonesische Siermotieven Uitg. Koninklijke Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschapen.

Kruizinga, J .H. 1948. Ornamenten van huis enn hof deel I.

Vrien, J. 1948. Stijlen in de ~ouwku~~t,'! Amsterdam, N.V. Uitg,

Mij Kosmos.

DOI: https://doi.org/10.30883/jba.v1i1.278
Abstract viewed = | 43 | times
PDF downloaded = | 15 | times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.