SEDIKIT URAIAN TENTANG PERGANTIAN TAHTA (KERAJAAN INDONESIA KUNA DARI ABAD 4 - 11 M)

Riboet Darmosoetopo(1*)

(1) Departemen Arkeologi FIB UGM
(*) Corresponding Author

Abstract

Tahta merupakan suatu supremasi bagi suatu kerajaan. Oleh karena
itu pergantian tahta merupakan masalah yang pelik di dalam sistim pemerintahan yang bersifat kerajaan. Alur pengganti yang berhak naik tahta seakan-akan telah ditentukan oleh kodrat dari yang Maha kuasa. Manusia tinggal menuruti dan melaksanakan koderat terebut. Dalam pemerintahan yang bersifat kerajaan silsilah merupakan pegangan pokok. Sebab silsilah inilah yang menentukan kedudukan seseorang. Tinggi rendahnya pangkat serta titel yang disandang berdasar letaknya di dalam silsilah. Mereka yang masih dekat dengan raja mendapat titel yang tinggi sebaliknya mereka yang sudah jauh dengan raja mendapat titel yang rendah.

Keywords

inscription; archaeology; hermeneutics; classical

Full Text:

PDF

References

Boechari. 1966. ''Preliminary report on the discovery of an old Malay

inscription at Sajomerta" MISI Okt. 1966. jl. III. no. 2&3 hlm. 241 - 251.

Brandes, JLA. 1913. "Oud Javaansche Oorkonden". Nagelaten

transcripties .van wijlen Dr. JLA Brandes Uitgegeven door Dr. NJ. Krom. VBG LX. 1913.

Casparis. JG de. 1956. " Selected inscriptions from the 7th to 9th century AD." Prasasti Indonesia II Bandung. Masa Baru 1956.

Poerbatjaraka, RMNg. Riwayat Indonesia I Y.ayasan Pembangunan

Jakarta, MCMLII.

Schrieke, BJO · 1975. "Ruler and Realm in Early Jawa" Indonesian sociological Studies II. The. Hague, Bandung. W. van ·Hoeve. 1975. hlm. 7-267.'

DOI: https://doi.org/10.30883/jba.v1i1.276
Abstract viewed = | 75 | times
PDF downloaded = | 46 | times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.