MODIFIKASI GIGI MANUSIA BINANGUN DAN LERAN: “TEMUAN BARU DI KAWASAN PANTAI UTARA KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH”

  • Gunadi Kasnowihardjo Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Rusyad Adi Suriyanto Laboratorium Bioantropologi dan Paleoantropologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada
  • Toetik Koesbardiati Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga
  • Delta Bayu Murti Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga
Keywords: Prehistoric Sites, Teeth Modification, Prehistoric Culture

Abstract

Something interesting about the findings of the human skeleton in Binangun and Leran Prehistoric Burial Sites is the modification of the human teeth that is extremely rare found in prehistoric grave in Java as well as in Indonesia. Such tradition is still practiced in Java and Bali by leveling the top or bottom front teeth (Jawa: pangur tradition). Forms of human teeth of Binangun, Leran 1 and Leran 2 are very unique, teeth of Binangun is tapered while human teeth of Leran 1 and Leran 2 shaped like a flower bud. Anatomically the shape of teeth can be altered by a person in the habit of using his teeth. But variations in tooth shape as found in individuals in the Binangun and Leran sites, Rembang regency, Central Java province, in general is the result of a tribal culture.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Gunadi Kasnowihardjo, Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta
Peneliti Utama

References

Anonim, 2008. “Sharpening Teeth Competition, Elegance Mentawai Tribe”, http://globalwashlap.blogspot.com, dimuat pada hari Minggu, 28 December 2008.

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia (Edisi Revisi). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Domett, K.M., et.al. 2011. “Cultural Modification of the Dentition in Prehistoric Cambodia” dalam International Journal of Osteoarchaeology. Published online in Wiley Online Library.

Frazer, J. G. 1935. Totemism and Exogamy: A Treatise on Certain Early Forms of Superstition and Society. London: Macmillan and Co Limited.

Gunadi, dkk. 2012. “Penelitian Situs Kubur Prasejarah Di Pantai Utara Kabupaten Rembang, Jawa Tengah”. Laporan Penelitian Arkeologi. Balai Arkeologi Yogyakarta. Tidak Diterbitkan.

__________ 2013. “Penelitian Kubur Prasejarah di Situs Leran, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah”. Laporan Penelitian Arkeologi. Balai Arkeologi Yogyakarta. Tidak Diterbitkan.

Heekeren, H.R. van 1972. “The Stone Age of Indonesia”. Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Tall Land en Volkenkunde Vol. 61. The Hague: Martinus Nijhoff.

Kasnowihardjo, G. (2013). TEMUAN RANGKA MANUSIA AUSTRONESIA DI PANTURA JAWA TENGAH: “SEBUAH KAJIAN AWAL". Berkala Arkeologi, 33(1), 1-12. https://doi.org/10.30883/jba.v33i1.1

Koesbardiati, Toetik dan Rusyad Adi Suriyanto. 2007. “Menelusuri Jejak Populasi Morfologi Pangur Gigi-Geligi: Kajian Pendahuluan atas Sampel Gigi-Geligi dari Beberapa Situs Purbakala di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Timur” dalam HUMANIORA, Vol. 19, No. 1 - Februari 2007. Yogyakarta: Fakulatas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Hlm. 33-42.

Lorn, 2013. ”Modification Around the World: Tooth Filing in Africa”.

(http://blog.bodycandy.com /2012/07/27/modification-around-the-world-tooth-filing-inafrica/)

Masinambow, E.K.M., dkk. 2004. “Masyarakat Austronesia: Fakta atau Fiksi?” dalam Polemik tentang Masyarakat Austronesia. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Hlm. 1-9.

Milner, G. and C. Larsen. 1991. “Teeth As Artifacts of Human Behavior: Intentional Mutilation and Accidental Modification” dalam Advances in Dental Anthropology. New York: Willey-Liss.

Roach, John. 2006. “Oldest Dentistry in Americas”. National Geographic News. Tayang Kamis, 28 October 2010.

Rooney, Dawn. F. 1995. “Betel Chewing in South-East Asia”. Artikel disampaikan dalam the Centre National de la Recherche Scientifique (CNRS) di Lyon, France, Agustus 1995.

Shah, 2011. “Tooth Modification in Asia and Africa”. (http://0penlab.citytech.cuny.edu/resd1110 fall2011/2011/11/01/abstract-assignment/)

Soegondho, Santoso, 1995. Tradisi Gerabah di Indonesia, Dari Masa Prasejarah Hingga Masa Kini. Jakarta: Himpunan Keramik Indonesia.

Soejono, R.P. dan R.Z. Leirissa (ed). 2008. Sejarah Nasional Indonesia I (Edisi Pemutakhiran). Jakarta: Balai Pustaka.

Sukendar, Haris dan Rokhus Due Awe. 1981. “Laporan Penelitian Terjan dan Plawangan Jawa Tengah”. Berita Penelitian Arkeologi No. 27. Proyek Penelitian Purbakala Jakarta, Departemen P & K.

William, Jocelyn. S dan Christine D White. 2006. “Dental Modification in the Postclassic Population From Lamanai, Belize” dalam Ancient Mesoamerica, Vol. 17. Cambridge University Press. Hlm. 139-151.

http://en.wikipedia.org/wiki/Ohaguro

http://en.wikipedia.org/wiki/Meiji_period

www.blog.bodycandy.com

www.ddsintraining.com

Published
2013-12-01
How to Cite
Kasnowihardjo, G., Suriyanto, R. A., Koesbardiati, T., & Murti, D. B. (2013). MODIFIKASI GIGI MANUSIA BINANGUN DAN LERAN: “TEMUAN BARU DI KAWASAN PANTAI UTARA KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH”. Berkala Arkeologi, 33(2), 169-184. https://doi.org/10.30883/jba.v33i2.26
Section
Articles