KOMODITAS DAN DINAMIKA PERDAGANGAN DI PAPUA MASA SEJARAH

  • M. Irfan Mahmud Balai Arkeologi Papua
Keywords: Papua, Commodities, Trade, Site

Abstract

There are only a few discussions about Papua’s trading in ancient history era in the context of Nusantara. This article describes the trading and its commodities in Papua, started from a foreign source about Srivijaya c. 8th century AD. Commodities from Papua became more well-known since Java’s involvement in the distribution process through “entrepot” gate Seram Sea and Banda. Majapahit 14th century’s records mentioned Onim as one of the important places in Papua. This paper describes the exported and imported commodities and some sites which indicated important coastal places during the dynamic of trading in historic Papua from 14th century AD onwards. From 14th to 20th century AD, beside beautiful birds, ebony and slaves, Papua also exported nutmegs, masohi (cinamomum sp.) timbers, sandalwoods, ambers, turtle shell, shark fins, pearl shells and sea cucumbers. Some commodities were also being exported later on in 20th century AD such as crocodile skins, rattan and copra. In the other hand, Papua imported many things like beads, ceramics, Timor cloth, iron tools, foods and weapons.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Haddad, Al-Habib Alwi bin Thahir. 1995. Sejarah Masuknya Islam di Timur Jauh. Jakarta: Lentera Basritama.

Amal, M. Adnan. 2010. Kepulauan Rempah-Rempah: Perjalanan Sejarah Maluku Utara 1250-1950. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Bachtiar, Harsja W. 1963. “Sejarah Irian Barat” dalam Koentjaraningrat dan Harsja W. Bachtiar (ed.) Penduduk Irian Barat. Jakarta: P.T. Penerbitan Universitas. Hlm. 55-94.

Cortesāo. 1944. “The Suma Oriental of Tome Pires, an Account of the East from the Red Sea to China written in Malacca in 1512-1515, and the Book of Francisco Rodriguez, Pilot Major of Armada that Discovered Banda and the Moluccas”. Hakluyt Society, 2nd Series, Vol. 89.

Djami, Erlin Novita Idje. 2011. “Penelitian Arkeologi di Kabupaten Biak Numfor: Manusia Berpenutur Austronsia”. Laporan Penelitian Arkeologi. Jayapura: Balai Arkeologi Jayapura.

Ellen, R.F. 2003. On the Edge of the Banda Zone: Past and Present in the Social Organization. Engelska: University of Hawaii Press.

Fairyo, Klementin dan Marlin Tolla. 2011. “Penelitian Arkeologi di Distrik Napan, Kabupaten Nabire, Propinsi Papua”. Laporan Penelitian Arkeologi. Jayapura: Balai Arkeologi Jayapura.

Flassy, Don A.L. 2007. Fauna Tanah Kita. Saduran dari Karya Dr.L.D. Brongersma, Dieren van Nieuw-Guinea. Jakarta: Balai Pustaka.

Handoko, Wuri. 2010. “Gerak Niaga Maluku – Papua: Zona Ekonomi dan Kekuasaan Islam” dalam Jurnal PAPUA Vol. 2, No. 1, Juni 2010. Hlm. 1-13.

Hirth, Friedrich & W.W. Rockhill. 1911. Chau Ju-kua: His Work on the Chinese and Arab Trade in the Twelfth and Thirteenth Centuries, entitled Chu-fan-chï. (Translated from the Chinese and Annotated). St. Petersburg: Imperial Academy of Sciences.

Kamma, F.C. 1953. Kruis en Korwar: Een Honderdjarig Vraagstuk op Nieuw Guinea. Den Haag: J.N. Voorhoeve

Kawer, Sonya. 2010. “Perdagangan Besi pada Masyarakat Biak Numfor” dalam Jurnal PAPUA Vol. 2, No 1, Juni 2010. Hlm. 35-43.

Kern, H. 1929. Hindoe Javaanse Geschiedenis. Netherlands: s’Gravenhage.

Krom, N.J. 1938. “Het Hindoe-tijdperk” dalam F.W. Stapel: Geschiedenis van Nederlandsch Indïë Vol. I. Amsterdam: N.V.U.U. Joost van den Vondel.

Mahmud, M. Irfan. 2011. “Jejak Budaya Austronesia, Melanesia, dan Tradisi Prasejarah Berlanjut di Papua” dalam M. Irfan Mahmud dan Erlin Novita Idje Djami (ed.) Austronesia dan Melanesia di Nusantara. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Hlm. 43-74.

_____________ 2013a. “Pelayaran dan Perdagangan Abad XVII-XIX Bugis-Makassar ke Papua” dalam Jurnal PAPUA Vol. V, No. 1, Juni 2013. Hlm. 37-57.

_____________ 2013b. “Akulturasi Budaya Lokal dan Konsepsi Islam di Situs Kaliraja, Raja Ampat” dalam Jurnal PAPUA Vol. V, No. 1, Juni 2013. Hlm. 50-75.

Majumdar, R.C. 1937. Ancient Indian Colonies in the Far East Vol. II, Suvarnadvipa Part I—Political History. Dacca: Asutosh Press

Mas’ud, Zubair. 2012. “Ekskavasi situs Kampung Tua Warsa, Kabupaten Biak Numfor”. Laporan Penelitian Arkeologi. Jayapura: Balai Arkeologi Jayapura.

Muller. Kal. 2008. Mengenal Papua. Daisy World Books.

Muljana, Slamet. 1953. Prapantja: Nagarakretagama (Terjemahan). Djakarta: N.V. Siliwangi.

______________ 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

______________ 2005. Menuju Puncak Kemegahan (Sejarah Kerajaan Majapahit). Yogyakarta: LKiS.

______________ 2006. Sriwijaya. Yogyakarta: PT. LKiS Pelangi Aksara.

Nasruddin. 2002. “Ekspedisi Jejak Kehadiran Pelaut Makassar di Pesisir Pantai Utara Australia, Abad XVII” dalam M. Irfan Mahmud dkk. (ed.) Tradisi, Jaringan Maritim, dan Sejarah-Budaya: Perspektif Etnoarkeologi—Arkeologi Sejarah. Makassar: Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin. Hlm. 117-130.

Nugroho, Irawan Djoko. 2011. Majapahit Peradaban Maritim (Ketika Nusantara Menjadi Pengendali Pelabuhan Dunia). Jakarta: Yayasan Suluh Nuswantara Bakti.

Reid, Anthony. 2011a. Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450—1680 Jilid I: Tanah di Bawah Angin. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

____________ 2011b. Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450—1680 Jilid II: Jaringan Perdagangan Dunia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Sanggenafa, N dan Koentjaraningrat. 1992. “Pertukaran Kain Timur di Daerah Kepala Burung” dalam Koentjaraningrat, dkk. (ed.) Irian Jaya: Membangun Masyarakat Majemuk. Jakarta: Djambatan. Hlm. 156-172.

Schoorl, P. 2001. Belanda di Irian Jaya: Amtenar di Masa Penuh Gejolak 1945-1962. Jakarta: Penerbit Garba Budaya.

Simanjuntak. Truman. 2011. “Austronesia Prasejarah di Indonesia” dalam M. Irfan Mahmud dan Erlin Novita Idje Djami (ed.) Austronesia dan Melanesia di Nusantara: Mengungkap Asal-Usul dan Jati-Diri dari Temuan Arkeologis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Hlm. 1-21.

Suroto, Hari. 2010. “Perburuan dan Perdagangan Burung Cenderawasih di Papua“ dalam Jurnal PAPUA Vol. 2, No 1, Juni 2010. Hlm. 15-21.

Tanudirjo, Daud Aris. 2011. “Interaksi Austronesia – Melanesia, Kajian Interpretasi Teoritis” dalam M. Irfan Mahmud dan Erlin Novita Idje Djami (ed.) Austronesia dan Melanesia di Nusantara: Mengungkap Asal-Usul dan Jati-Diri dari Temuan Arkeologis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Hlm. 23-42.

Widjojo, Muridan. 2013. Pemberontakan Nuku: Persekutuan Lintas Budaya di Maluku-Papua Sekitar 1780-1810. Depok: Komunitas Bambu.

Wolters, O.W. 2011. Kemaharajaan Maritim Sriwijaya dan Perniagaan Dunia Abad III-VII. Depok: Komunitas Bambu

Yuniarti, Fandri (ed.). 2009. Ekspedisi Tanah Papua, Laporan Jurnalis Kompas. Jakarta: Penerbit Buku Kompas

Published
2014-12-01
How to Cite
Mahmud, M. I. (2014). KOMODITAS DAN DINAMIKA PERDAGANGAN DI PAPUA MASA SEJARAH. Berkala Arkeologi, 34(2), 183-198. https://doi.org/10.30883/jba.v34i2.24
Section
Articles