PENGARUH MEGALITIK DI SITUS-SITUS PERTAHANAN TRADISIONAL MASA KOLONIAL AWAL DI MALUKU

Syahruddin Mansyur(1*)

(1) Balai Arkeologi Maluku
(*) Corresponding Author

Abstract

This study was conducted at three sites; Bukit Amaiha, Bukit Wawani, and Bukit Kapahaha. These sites had correlation in settlement, traditional defense and megalithic sites. The result shows that the dolmen is a product of megalithic culture found on traditional defense sites on the island of Ambon. The influence on megalithic culture on traditional defense sites caused by the strong megaliths concept in the early colonial period in Maluku. Megalithic concept in Bukit largest Amaiha related to people effort to maintain the social status of their leader. On the other hand, it also related to their effort to gain cosmological legitimacy between leaders and community at Bukit Wawani.

Keywords

Maluku; Early Colonial Period; Megalithic; Dolmen

References

Andaya, Y. Leonard. 1993. The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu:University of Hawaii Press.

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia. Edisi Revisi. Terjemahan dari Judul Asli: Prehistory of the Indo-Malaysia Archipelago. Penerjemah: T.W. Kamil. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Cortesao, Armando. 1944. Suma Oriental: Karya Tome Pires: Perjalanan dari Laut Merah ke Cina dan Buku Francisco Rodrigues. Edisi Terjemahan (2015) dari Judul Asli: The Suma Oriental of Tome Pires An Account of The East, From The Sea to China and The Book of Francisco Rodrigues. Penerjemah: Adrian Perkasa dan Anggita Pramesti. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

de Graaf., H.J. 1977. Sejarah Ambon dan Maluku Selatan. Terjemahan dari Judul Asli: Geschiedenis van Ambon en de Zuid Molukken. Diterjemahkan oleh Frans Rijoly. Tanpa penerbit

Handoko, W. 2015. “Kearifan Budaya dan Keberlanjutan Religi Megalitik Pulau Seram Provinsi Maluku”. Pernak-Pernik Megalitik Nusantara. Bagyo Prasetyo dan Nurhadi Rangkuti, ed. Jogjakarta: Galang Press

Hitipeuw, Frans. 1984. Kerajaan Iha Berinteraksi dengan Segala Suku Bangsa di Abad XVII dalam Perjuangan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.

Keuning, J., tanpa tahun. Orang Ambon, Portugis dan Belanda: Sejarah Ambon sampai akhir abad ke-17. Terjemahan dari Judul Asli: Ambonnezen, Portugezeen, Nederlanders: Ambon’s Geschiedenis tot het einde van de zeventiende eeuw. Penerjemah Frans Rijoly. Tanpa penerbit

Lape, Peter. 2000. “Contact and Conflict in The Banda Islands, Eastern Indonesia 11th-17th Centuries”. Ph.D dissertation, Brown University, Rhode Island.

_________. 2002. “Historic Maps and Archaeology as a Means of Understanding Late Precolonial Settlement in the Banda Islands, Indonesia”. Asian Perspectives, 41 (1): 43-70. University of Hawai‘i Press.

Latinis, D. K. 2004. “Protohistoric Archaeology and Settlement in Central Maluku, Eastern Indonesi”a. Ph.D Dissertation, Department of Southeast Asian Studies Programme, National University of Singapore.

Latupapua, F.E. dkk., 2012. Kapata: Sastra Lisan di Maluku Tengah. Ambon: Balai Pengkajian Nilai Budaya Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Leirissa, R.Z., et.al. 1973. Bunga Rampai Sejarah Maluku. Jakarta: Lembaga Penelitian Sejarah Maluku.

Mansyur, Syahruddin. 2012. Laporan Penelitian Arkeologi: Dinamika Pengaruh Kolonial di Pesisir Utara Pulau Ambon. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.

Mansyur, Syahruddin, 2012. Laporan Penelitian Arkeologi: Studi Konseptual Museum Negeri Sirisori Islam. Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.

Noerwidi, Sofwan. 2014. ”Migrasi Austronesia dan Implikasinya Terhadap Perkembangan Budaya di Kepulauan Indonesia”. Amerta: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi. ISSN 0125-1324, Akreditasi LIPI No. 395/D/2012. Hal. 1-10 . Jakarta: Pusat Arkeologi Nasional.

Peterson, E.J. 2015. “Insularity and Adaptation: Investigation the Role of Exchange and Inter-Island Interaction in the Banda Islands, Indonesia”. Ph.D Dissertation, University of Washington.

Prasetyo, B. 2015. “Prolog”. Pernak-Pernik Megalitik Nusantara. Bagyo Prasetyo dan Nurhadi Rangkuti, ed. Jogjakarta: Galang Press

Ricklefs, 2010. Sejarah Indonesia Modern: 1200-2008, Cetakan III November 2010. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Roever, A.de. et.al. 2008. Grote Atlas van de Verenigde Oost-Indische Compagnie deel 3: Indisvhe Archipel en Oceanie. Zierikzee: Asia Maior.

Salhuteru, Marlyn, 2008. Laporan Penelitian Arkeologi: Pola Sebaran Tinggalan Megalitik di Desa Tuhaha, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.

Salhuteru, Marlyn, 2013. Laporan Penelitian Arkeologi: Survey

Arkeologi di Wilayah Kecamatan Waysala, Kabupaten Seram Bagian Barat. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.

Stark, Ken., and Latinis, Kyle. 1996. “The Response of Early Ambonese Foragers to The Maluku Spice Trade: The Archaeological Evidence”. Cakalele 7:51-67.

Sudarmika. G.M. 2000. Laporan Penelitian Arkeologi: Survey Arkeologi di Pulau Saparua, Maluku Tengah. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.

Sukendar, Haris. 1993. “Arca Menhir Di Indonesia : Fungsinya Dalam Peribadatan”. Disertasi. Program Pascasarjana. Universitas Indonesia.

Suryanto, Diman. 1997. Laporan Penelitian Arkeologi: Survey Potensi Kepurbakalaan di Wilayah Kaibobo Pulau Seram. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.

Wibisono, Sony. 2013. “Irigasi Tirtayasa: Teknik Pengelolaan Air Kesultanan Banten pada Abad ke-17”. Amerta: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi. ISSN 0125-1324, Akreditasi LIPI No. 395/D/2012. Hal. 53-68 . Jakarta: Pusat Arkeologi Nasional

DOI: https://doi.org/10.30883/jba.v36i2.237
Abstract viewed = | 114 | times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = | 72 | times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.