PERKEMBANGAN MORFOLOGI KOTA GORONTALO DARI MASA TRADISIONAL HINGGA KOLONIAL

Irfanuddin Wahid Marzuki(1*)

(1) Balai Arkeologi Yogyakarta Jl. Gedongkuning no. 174 Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract

Gorontalo is the biggest city and the forerunner of the present Gorontalo Province. Gorontalo has been existing since traditional era, Islamic kingdoms, colonial, and up to the present. During the traditional and kingdom era, Gorontalo was the small kingdom included in Ternate area. In fact, it witnessed the changes of power during colonial era when it was excluded from Manado regency. It remained the same even until independence time, Gorontalo became the area of North Sulawesi Province until in the year 2000 became its own province. The purpose of this research is to reveal the morphological development of the city respectivelly from traditional to colonial era in addition to find out the background factor of the morphological development. This research used urban archaeology whose main studies are urban components, including urban planning as well as city life as the inseperable component. This research underwent the following steps, collecting data, analysis and interpreting data resulted in a conclusion. The data collections includes primary data and secondary one (archive, text, maps, and other literacy sources). The result suggested that during traditional era the morphological city of Gorontalo was simple, and the settlement was spreading in small groups and doesn not have a regular urban planning component. The starting point as a city with regular spatial components began during the reign of Sultan Botutihe. Subsequent developments in the colonial period of the city center moved to the south referring to the rule of law of indies.

Keywords

morphology; city; Gorontalo; urban archaeology

Full Text:

PDF

References

Adrisijanti, Inajati. 2000. Arkeologi Perkotaan Mataram Islam. Yogyakarta : Penerbit Jendela.

ANRI, 1973. Ikhtisar Keadaan Politik Hindia-Belanda Tahun 1839-1848, Jakarta : Arsip nasional Republik Indonesia.

Apriyanto, Djoni. 2001. “Konflik Hindia Belanda-Gorontalo Tahun1856-1942”, Tesis. Yogyakarta : Program Pascasarjana.

Bastiaans, J. 1939. “Batato’s in het Oude Gorontalo, in verband met den Gorontaleeschen Staatsbouw”. Tijdchrift Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Weteschappen 179 : 23-72.

Basundoro, Purnawan. 2012. Pengantar Sejarah Kota, Yogyakarta : Penerbit Ombak.

Branch, Melville. C. 1995. Perencanaan Kota Komprehensif (Pengantar dan Penjelasan), diterjemahkan oleh Bambang Hari Wibisono dan Achmad Djunaedi, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Earle, Timothy. 1991. “Paths and Roads in Evolutionary Perspective”, dalam Ancient Road Networkks and Settlement Hierarchies in the New World, Cambridge : Cambridge University Press.

Gill, R. G. 1995. De Indische Stad op Java en Madura, een Morphologische Studie van haar Ontwikkeling, Delft : Technische Universiteit Delft.

Haga, BJ. 1981. Lima Pohalaa : Susunan Masyarakat, Hukum Adat, dan Kebijaksanaan Pemerintahan di Gorontalo (terjemahan KITLV-LIPI) Jakarta : Djambatan.

Handinoto. 2010a. “Alun-alun Sebagai Identitas Kota Jawa, Dulu dan Sekarang”, dalam Arsitektur dan Kota-kota di Jawa pada Masa Kolonial, Yogyakarta : Grha Ilmu.

Handinoto.2010b.”Perubahan Besar Morpologi Kota-Kota di Jawa pada Awal dan Akhir Abad ke-20”, dalam Arsitektur dan Kota-kota di Jawa pada Masa Kolonial, Yogyakarta : Grha Ilmu.

Handinoto. 2015. Perkembangan Kota di Jawa Abad XVIII sampai pertengahan XX Dipandang dari Sudut Bentuk dan Struktur Kotanya, Yogyakarta : Penerbit Ombak.

Hasanuddin dan Basri Amin. 2010. Gorontalo Dalam Dinamika Sejarah Masa Kolonial, Yogyakarta : Penerbit Ombak.

Hasanuddin. 2014. Pelayaran dan Perdagangan Gorontalo Abad Ke-18 dan 19, Yogyakarta : Kepel Press.

Henley, David. 2005. Fertility Food and Fever Population, Economy, and Environment in North and Central Sulawesi, 1600-1930, Leiden : KITLV Press.

Heryanto, B. 2011. Roh dan Citra Kota Peran Perancangan Kota Sebagai Kebijakan Publik. Surabaya : Brilian Internasional.

Ismail, Gusnar. 2009. Kepemimpinan Islam dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Studi Propinsi Gorontalo), Yogyakarta : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Jusuf. Paris R.A. 2000. Pembentukan Propinsi Gorontalo dan Dampaknya Terhadap Ketahanan Wilayah, Yogyakarta : Program Pasca Sarjana UGM.

Juwono, Harto dan Josephine Hutagalung. 2005. Limo Lo Pohala Sejarah Kerajaan Gorontalo,Yogyakarta : Penerbit Ombak.

King, Anthony D. 1991. “Colonials Cities:Global Pivots of Change”, dalam Colonial Cities Essay on Urbanism in a Colonial Contex (Robert Ross and Gerard J. Telkamp ed), Dordrecht : Martinus Nijhoff Publisher.

Kurniawan, Jujun. 2011. “Tinjauan Umum Mengenai Penelitian Kota Kolonial pada Arkeologi Perkotaan di Indonesia”, makalah dalam International Seminar Urban Heritage Its Contribution to the Present A Festschrift in Honor of Prof. Dr. Inajati Adrisijanti, Yogyakarta : Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, UGM.

Marzuki, Irfanuddin W. 2012. Pola Sebaran Bangunan Indis di Kota Gorontalo dan Strategi Pelestariannya. Tesis. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

Menno, S dan Mustamin Alwi. 1994. Antropologi Perkotaan (cet. Kedua). Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Nas, Peter J. M.1986. The Indonesia City : Studies in Urban Development and Planning, Dordrecht-Holland : Foris Publications.

Nas, Peter J.M.1989. “Town and Countryside in Indonesia : A Sceptic’s View”. Sojourn : Journal of Social Issues in Southeast Asia, Vol. 4, No. 1, Peasant and Cities, Cities and Peasants : Rethinking Southeast Asian Models (February 1989), pp. 20-33. Diunduh dari www.jstor.org, tanggal 16 Februari 2015.

Nurhadi. 1995. “Arkeologi Kota Sebuah Pengantar”. Bulletin Arkeologi Amoghapasa, 2 (1) : 3-10.

Paulus, J. 1917. Encyclopaedie Van Nederlandsch Indie, Tweede Druk met Medewerking Van Verschillende Geleerden Ambtenaren en Offieceren, Martinus Nijhoff.

Pratomo, Soni, 1999. Makna Struktur dan Unsur Pembentuk Pusat Kota Pelabuhan Tuban Kajian Morfologi dan Silang Budaya Pusat Kota Pesisir, Semarang : Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

Raap, Oliver Johannes. 2015. Kota di Djawa Tempo Doeloe, Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia.

Rahim, Idris. 2009. Identitas Etno Religi dalam Pembentukan Propinsi Gorontalo, Yogyakarta : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Reid, Anthony . 1980. “The Structure of Cities in Southeast Asia, Fifteenth to Seventeenth Centuries”. Journal of Southeast Asian Studies, Vol. 11, No.2 (Sep, 1980), pp. 235-250. Diunduh dari www.jstor.org tanggal 24 Februari 2015.

Santoso, Jo. 2006. (Menyiasati) Kota Tanpa Warga. Jakarta : Penerbit KPG dan Centropolis.

Saptaningrum, Irna. 2008. “Kajian Tata Ruang Kota Gorontalo,” Laporan Penelitian, Manado : Balai Arkeologi Manado (tidak diterbitkan).

Staski, Edward. 1982. “Advances in Urban Archaeology”. Advances in Archaeological Method and Theory, Vol. 5 (1982), pp. 97-149. Diunduh dari http://www.jstor.org/stable/20210054, tanggal 18 Oktober 2017.

Staski, Edward. 2008. “Living in Cities Today”. Historical Archaeology, Vol. 42, No. 1, Living in Cities Revisited: Trends in Nineteenth- and Twentieth-Century Urban Archaeology (2008), pp. 5-10. Diunduh dari http://www.jstor.org/stable/25617479, tanggal 18 Oktober 2017.

Sujarto, Djoko. 1991. Perencanaan Kota dan Kebijakan Perencanaan Kota di Indonesia, Bandung : Departemen Teknik Planologi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITB.

Sunaryo, R. G. 2015. Morfologi Ruang Pusat Kota Jawa Periode Kolonial, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Tallo, Armandus Jong, dkk. 2014. “Identitas Pola Morfologi Kota (Studi Kasus : Sebagian Kecamatan Klojen Di Kota Malang)”. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. Vol. 25, No. 3 (Desember 2014): 213-227.

Tanudirdjo, Daud Aris. 1989. ”Ragam Metode Penelitian Arkeologi dalam Skripsi Karya Mahasiswa Arkeologi Universitas Gadjah Mada”, Laporan Penelitian,Yogyakarta : Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Taylor, Jean G. 2003. Indonesia Peoples and Histories, New Heaven and London : Yale University Press.

Tim Penyusun. 1977/1978. Adat Istiadat Daerah Sulawesi Utara, Jakarta : Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Penyusun.1979. Sejarah Daerah Sulawesi Utara. Jakarta : Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Penyusun. 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta : Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tjandrasasmita, Uka. 2008. Sejarah Nasional Indonesia III (Edisi Pemutkahiran cetakan kedua). Jakarta : Balai Pustaka.

Trombold, Charles, D. 1991. “ An Introduction to the Study of Ancient New World Road Networks”, dalam Ancient Road Networks and Settlement Hierarchies in the New World, Cambridge : Cambridge University Press.

Wertheim, W.F. 1999. Masyarakat Indonesia dalam Transisi Studi Perubahan Sosial (terjemahan oleh Misbah Zulfa Elizabeth), Yogyakarta : Tiara Wacana.

Wiryomartono, A. Bagoes P. 1995. Seni Bangunan dan Seni Binakota di Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Yayasan 23 Januari 1942. 1982. Menentang Kolonialisme dan Mempertahankan Negara Proklamasi, Gorontalo : Yayasan 23 Januari 1942 bekerja sama dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.

Yunus, Hadi Sabari. 2009. Klasisifikasi Kota Cet. II, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Zahnd, Markus. 1999. Perancangan Kota Secara Terpadu. Yogyakarta : Kanisius.

Zaidulfar, Alvares Eko. 2002. Morfologi Kota Padang, Yogyakarta : Fakultas Teknis Arsitektur UGM.

http://gorontalokota.go.id, diunduh tanggal 26 September 2017.

https://www.gorontaloprov.go.id/profil/sejarah, diunduh tanggal 26 September 2017

www.www.atlasofmutualheritage.nl/nl/Het-fort-Nassau-Gorontalo.7608, diunduh tanggal 20 Desember 2017.

DOI: https://doi.org/10.30883/jba.v38i1.236
Abstract viewed = | 168 | times
PDF downloaded = | 85 | times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.