BENTENG VAN DEN BOSCH, NGAWI: TEMUAN ARTEFAKTUAL SEBAGAI CERMINAN ALAT-ALAT KEBUTUHAN SEHARI-HARI

Muhammad Chawari, M.Hum(1*)

(1) Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract

Research in Fort Van den Bosch in Ngawi, East Java Province brings about data on aspects of the buildings and artifacts that accompany it. Regarding the artifacts a number of fragments of pottery, metal, ceramics, glass, animal bones, and shells have been found. They were objects of everyday appliances, except for bones and shells. Those artefacts could show the activities of the fort’s inhabitants in the past.

Keywords

Ngawi; Fort; Van den Bosch; Artifacts; Dutch Colonial

References

Anonim. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya (CB).

Abbas, Novida. 1996/1997. “Laporan Hasil Penelitian Arkeologi Survei Sarana Pertahanan Kolonial Di Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur (Tahap IV)”,

Laporan Penelitian Arkeologi. Yogyakarta: Balai Arkeologi.

----------. 2001. “Dutch Forts of Jawa, A Locational Study”, Master Thesis. Singapore: National University of Singapore.

----------. 2013. “Laporan Penelitian Arkeologi Identifikasi Potensi Dan Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi Di Kawasan Kota Lama Semarang (Tahap VI) Laporan Penelitian Arkeologi. Yogyakarta: Balai Arkeologi.

Adhyatman, Sumarah. 1990. Antique Ceramics Found in Indonesia, Various Uses and Origins. Jakarta: Jayakarta Agung Offset. Cetakan Kedua.

Anonim. 1989. Ensiklopedi Nasional Indonesia (Buku 5). Jakarta: PT. Cipta Adi Pustaka.

Dharma, Benjamin. 1992. Indonesian Shells II: Siput dan Kerang Indonesia. Grillparzerstr-Wiesbaden: Verlag Christa Hemmen.

Eriawati, Yusmaini. 2010. “Keramik”, (Materi kursus). Yogyakarta: Balai Arkeologi.

Sumarno, Aris. 1990. “Benteng Pendem Belanda Abad XIX Di Kabupaten Ngawi, Tinjauan Terhadap Arsitektur dan Pemilihan Lokasi”. Skripsi Sarjana, Yogyakarta: Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada.

Sumijati As. 1998. “Manfaat Kajian Gerabah Masa Lalu Bagi Pengembangan Kerajinan Tembikar Sebagai Penunjang Industri Pariwisata”, Berkala Arkeologi Tahun XVIII Edisi No. 2 / November 1998. Yogyakarta: Balai Arkeologi.

https://nl.wikipedia.org/wiki/Maastrichts_aardewerk

DOI: https://doi.org/10.30883/jba.v36i2.235
Abstract viewed = | 186 | times
PDF (Bahasa Indonesia) downloaded = | 125 | times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.