KAJIAN KONSEP OPEN-AIR MUSEUM: STUDI KASUS KAWASAN CAGAR BUDAYA TROWULAN

Authors

  • Wany Raharjo Wahyudi Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
  • Kuswanto Kuswanto Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur
DOI     10.30883/jba.v34i1.17

Keywords:

Open-air museum, Trowulan Heritage Regions, Multicultural aspect

Abstract

This article discusses the concept of open-air museum as a kind of museum based on the new museology paradigm, within the heritage region of Trowulan. Research location is in the Heritage Region of Trowulan, Mojokerto, East Java Province. This study is a qualitative research with case studies strategy, and the research stages include data collection, data processing, and data integration (conclusion). The research results can formulate concepts and models of open-air museum that can be developed in the Cultural Heritage Regions of Trowulan. Principally, it is an open-air museum in the form of monumental buildings that located on the original site (in situ) equipped with the interpretation of human activities and integrated in an exhibition layout theme. The exhibition layout theme presented is about multicultural aspects from the Majapahit Kingdom.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambrose, Timothy dan Crispin Paine. 2006. Museum Basic (second edition). London and New York: Routledge.

Adrisijanti, Inajati Romli (ed.), dkk. 2006. Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Angotti, Thomas. 1982. Planing the Open-Air Museum and Teaching Urban History: the United States in the World Context, dalam Museum Vol. XXXIV, no 3. Hal. 179-188.

Atmodjo, Yunus Satrio, dkk., 2011. Vademekum Benda Cagar Budaya. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

BPS Kab. Mojokerto. 2012. Kecamatan Trowulan Dalam Angka 2012.

Bruce, Chris. 2006. Spectacle and Democracy: Experience music project as a post-museum, dalam Janet Marstine (ed.) New Museum Theory and Practice An Introduction. Victoria: Blackwell Publishing. Hal. 129-151.

Chappell, Edward A. 1999. Open-Air Museums: Architectural History for the Masses, The Journal of the Society of Architectural Historians 58(3): 334-341.

Crooke, Elizabeth. 2007. “Museum, cultural diversity, and multiculturalism”. dalam Museum and Community: Ideas, Issues and Challenges. London & New York: Routledge. Hal. 81-94.

Darmosoetopo, Riboet. 1993. Sejarah Perkembangan Majapahit, dalam Kartodirjo, Sartono, dkk. (ed). 700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai. Dinas Pariwisata Propinsi Dati I Jawa Timur. Hal. 47-63.

Dean, David. 1994. Museum Exhibition Theory and Practice. London and New York: Routledge.

De Jong, Andrian dan Skougaard, Mette. 1992. Early open-air museums: traditions of museum about traditions, dalam Museum No. 175. (Vol. XLIV, no3, 1992). Paris: Unesco. Hal. 151-157.

Dwiyanto, Djoko. 1993. Perpajakan Pada Masa Majapahit, dalam Kartodirjo, Sartono, dkk. (ed). 700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai. Dinas Pariwisata Propinsi Dati I Jawa Timur. Hal. 217-234.

Eriawati, Yusmaini. 2006. Rekonstruksi Tata Letak Struktur Bangunan Kota Majapahit di Situs Trowulan, Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Puslitbang Arkenas.

_______________. 2007. Pola Tata Ruang Majapahit di Situs Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur Tahap II: Penelitian Jalur-Jalur Kanal dan Struktur Bangunan di Sentonorejo III (Studi Pemukiman Skala: Mikro-Semi Mikro-Mikro). Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Puslitbang Arkenas.

Fürst, Hans Jörg. 1991. Material Culture Research and the Curation Process, dalam Susan M. Pearce (ed.) Museum Studies in Material Culture. Washington DC: Smithsonian Institution Press. Hal. 97 – 110.

Groeneveldt, W.P. 1960. Historical Notes on Indonesia And Malaya Compiled From Chinese Sources. C.V. Bhratara.

Hauenschild, Andrea. 1988. Claim and Reality of New Museology: Case Studies in Canada, the United States and Mexico. Disertasi Doktor Hamburg University.

Kartodirdjo, Sartono. 1993. “Masyarakat dan Sistem Politik Majapahit”, dalam Kartodirjo, Sartono, dkk. (ed) 700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai. Dinas Pariwisata Propinsi Dati I Jawa Timur. Hal. 33-46

Knebell, J. 1907. Beschrijving de Hindoe Oudheiden in de Afdeeling Majakerta, dalam ROC 1907. Batavia: Albrecht & Co.

Kostarigka, Eleni. 2009. Learning History in an Open-Air Museum: Historical Re-Enactment and Understandings of History at St Fagans, National History Museum of Wales, dalam The International Journal of the Inclusive Museum Vol. 2 No. 3. Hal. 89-102.

Kristinah, Endang dan Soviyani, Aris (ed.). 2007. Mutiara-Mutiara Majapahit. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Kusen, Edi Triharyantoro dan Timbul Haryono. 1993. “Seni Majapahit”. dalam Sartono Kartodirdjo (ed.). 700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai. Dinas Pariwisata Daerah Propinsi Dati I Jawa Timur. Hal. 237-267.

Kymlicka, Will. 1995. Multicultural Citizenship a Liberal Theory of Minority Rights. New York: Oxford University Press.

____________. (2001). Politics in the Vernacular: Nationalism, Multiculturalism and Citizenship. New York: Oxford University Press.

Laenen. (TT). A New Look at Open-Air Museum. Belgium: Open-air museum bokrijk.

Magetsari, Noerhadi. 2008. Filsafat Museologi. Museografia Vol. II. No. 2. Hal 5 - 15.

Munandar, Agus Aris. 2008. Ibukota Majapahit Masa Jaya dan Pencapaiannya. Jakarta: Komunitas Bambu.

Poesponegoro, Marwati Djoned dan Notosusanto, Nugroho. 1992. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka.

Priswanto, Hery. 2012. Orang-orang Asing di Majapahit, dalam Adrisijanti, Inajati (ed.). Majapahit Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta. Hal. 22-34.

Raffles, Thomas Stamford. 1817. The History of Java Vol. II. London : Gilbert and Rivington, ST John’s Square.

Rangkuti, Nurhadi. 2012. Batas Kota Majapahit, dalam Adrisijanti, Inajati (ed.). Majapahit Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta. Hal. 4-21.

Raswaty, Retno. 2009. Konsep Museum Situs dan Open-Air Museum Indonesia Tinjaun Kasus pada Taman Onrust, Museum Kepurbakalaan Banten, dan Taman Mini Indonesia Indah. Tesis Arkeologi FIB UI.

Riana, I Ketut. 2009. Kakawin Dēśa Warṇnana uthawi Nāgarakṛtagama Masa Keemasan Majapahit. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Santiko, Haryani. 1985. Durga Laksmi di Jawa Tengah. PIA III, 1985.

___________. 2009. Budaya Indonesia di Masa Lampau (abad IV – XVII). Makalah pada seminar Kebudayaan Indonesia Merupakan Kunci Perekat Bangsa. Jakarta: TMII.

Sedyawati, Edi dan Subroto. 1993. Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrva Sebuah Konsep Yang Dirumuskan di Zaman Majapahit Abad ke-14, dalam Kartodirdjo, Sartono (ed.). 700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai. Dinas Pariwisata Daerah Propinsi Dati I Jawa Timur.

Subaharianto, Andang. 2006. Studi Pengembangan Seni Budaya Daerah di Kabupaten Mojokerto. Laporan Penelitian. Kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kabupaten Mojokerto dengan Lembaga Penelitian Universitas Jember.

Undang-undang No. 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan Penjelasannya. BPCB Jatim, Depdikbud.

Van Mensch, Peter. 2003. Museology and management: enemies or friends? Current tendencies in theoretical museology and museum management in Europe. Makalah sebagai key note speech dalam konferensi Japanese Museum Management Academy, 7 Desember 2003, di Tokyo.

Wahyudi, Wanny Rahardjo dan Irmawati M. Johan. 2009. Interpretasi dan Tata Pamer Museum. Museografia. Vol. III No. 4. Hal. 105-112.

Winaya, Atina. 2012. Pengembangan Situs Pemakaman Kolonial Sebagai Open Air Museum: Uji Coba pada Museum Taman Prasasti, dalam Supratikno Rahardjo, dkk. (ed.) Arkeologi Untuk Publik. Jakarta: IAAI. Hal. 200-211.

Published

2014-05-31

How to Cite

Wahyudi, W. R., & Kuswanto, K. (2014). KAJIAN KONSEP OPEN-AIR MUSEUM: STUDI KASUS KAWASAN CAGAR BUDAYA TROWULAN. Berkala Arkeologi, 34(1), 65-84. https://doi.org/10.30883/jba.v34i1.17

Issue

Section

Articles